Tugas
Mata Kuliah Keamanan Informasi Sistem Lanjut
Oleh
Kristian Ismail
23208088
Case : Bagus yang mana Single Vendor dan Multi Vendor ?
Untuk menjawab case diatas saya akan melihat dari dua sudut pandang yaitu sudut pandang teknis dan sudut pandang non teknis.
Jika dilihat dari sudut pandang teknis kebanyakan akan berbentur dengan masalah keamanan jaringan dan sumber daya manusia, sedangkan dari sudut pandang non teknis kebanyakan dibahas tentang tekno ekonominya.
Keuntungan dari multi vendor:
- Pralatan vendor dan operator yang besar akan turut mengembangkan mutu pelayanan, Dengan demikian pengguna dapat mengambil keuntungan dari industri kreasi layanan yang dari multi-vendor yang sangat kuat., yang mencegah ketergantuan terhadap satu vendor untuk menghasilkan layanan baru.
- Dilihat dari sisi nonteknis multi vendor Fleksibilitas tinggi karena jarang terdapat sebuah vendor atau perusahaan teknologi informasi yang memiliki seluruh produk yang dibutuhkan oleh sebuah sistem informasi perusahaan[2].
Keuntungan dari single vendor:
- Pada kondisi single vendor (satu penyedia layanan total solution Data Center), jika ingin melakukan penambahan perangkat, ada kerusakan atau harus mengganti perangkat, pelanggan cukup menghubungi satu layanan dari vendor tersebut sebagai Gold Partner Jelas lebih mudah daripada harus kontak ke masing-masing vendor untuk keperluan di atas [3]
- Dilihat dari sisi nonteknis sepintas, total solution yang ditawarkan APC InfraStruXureini cost-nya terlihat mahal. Jika diperhitungkan Product Features and Benefit deployment Data Center dalam 5 tahun ke depan, dengan memanggil berbagai vendor, cost yang harus dikeluarkan akan jauh lebih besar[3].
Kelemahan dari Multi vendor :
- Masalah kompatibilitas. Banyak komponen yang tidak kompatibel antar satu dan yang lainnya (dibangun di atas aturan-aturan yang tidak baku), sehingga terkadang secara teknis tidak dapat terpecahkan (perusahaan harus memilih ingin berkiblat kepada merek komponen yang mana).[2]
- Masalah reliabilitas. Semakin banyak interface yang dibuat untuk menjembatani dua atau lebih komponen yang berbeda, akan akan semakin berpotensi mengurangi tingkat integritas sistem. Dengan kata lain, data atau informasi yang dihasilkan cenderung tidak akurat, redundan, tidak dapat dipercaya (memiliki kualitas yang rendah).
- Masalah kontrol dan pemeliharaan. Semakin beragam sistem, semakin sulit mengontrolnya karena setiap kali sebuah komponen ditambah atau diganti dengan versi baru, akan semakin bertambah kompleksitasnya (menciptakan persoalan-persoalan baru), sehingga semakin sulit mengontrolnya
Kelemahan dari sistem single vendor :
- Jarang terdapat sebuah vendor atau perusahaan teknologi informasi yang memiliki seluruh produk yang dibutuhkan oleh sebuah sistem informasi perusahaan. Jika ada pun, pasti merupakan perusahaan raksasa, seperti IBM dan Hewlett Packard, yang menjual komponen-komponennya dengan harga relatif mahal
- dengan resiko yang dihadapi perusahaan. Bayangkan jika perusahaan sudah memutuskan untuk menggunakan suatu merek tertentu dan pada suatu ketika perusahaan supplier komponen-komponen tersebut mendadak bangkrut.[2]
Jika dilihat dari sudut pandang keamanan (mata kuliah ini) maka dari beberapa refferensi disimpulkan resiko terbesar adalah pada Transisi dari single vendor ke multi-vendor [1]sehingga lebih banyak sistem atau perangkat yang harus dimengerti dan masalah interoperability antar vendor yang lebih sulitditangani. Untuk memahami satu jenis perangkat dari satu vendor saja sudah susah,apalagi harus menangani berjenis-jenis perangkat. Bayangkan, untuk router saja sudah ada berbagai vendor, Belum lagi jenis sistem operasi (operating system) dari server,seperti Solaris (dengan berbagai versinya), Windows (NT, 2000, 2003), Linux (denganberbagai distribusi), BSD (dengan berbagai variasinya mulai dari FreeBSD, OpenBSD,NetBSD). Jadi sebaiknya tidak menggunakan variasi yang terlalu banyak[4].
Jadi untuk menjawab case yang diberikan :
Tentu saja untuk harus diadakan analisa lebih jauh dan mendetail, yang selain harus dilihat dari kacamata finansial dan teknis, harus pula dilihat dari perspektif lain, seperti sumber daya manusia, perencanaan strategis, operasional, struktur organisasi, budaya perusahaan, dan lain sebagainya.
Secara prinsip memang lebih baik menggunakan standar untuk komponen-komponen utama teknologi informasi - misalnya untuk komputer pusat (server) dan komponen-komponen jaringan (LAN) – dan non standar untuk komponen lain yang bersifat tambahan. Analisa resiko dan analisa keuangan (cash flow basis) pun harus dilakukan dengan seksama untuk menghindari kesalahan perkiraan pengeluaran di kemudian hari.
Banyak orang yang berpikiran bahwa biaya pengembangan teknologi informasi berhenti setelah sistem dibuat dan diimplementasikan. Padalah banyak sekali biaya-biaya tersembunyi (hidden costs) pada tahap pasca implementasi, terutama yang berhubungan dengan pemeliharaan sistem, dan pengembangan sistem di kemudian hari.[2]
DAFTAR BACAAN
[1] security-br@yahoogroups.com Di acces pada 17 september 2008
[2] Richardus Eko Indrajit; Infrastruktur Multi-Sistem dipandang dari Perspektif Teknis dan Keuangan; Renaissance Research Center ; http://www.indrajit.org. Di acces pada 17 september 2008
[3] ___________;InfraStruXure, Total Solution Data Center dari APC; Majalah SWA
NO.02/XXII/26 Januari-8 Februari 2006.
[4] Winarno.S.Si ; Kejahatan Komputer ; Modul Mata Kuliah Keamanan data
DIII Ilmu Komputer Jurusan Teknik Informatika UNS
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.